Apa Saja Peran Keluarga dalam Mendidik Anak
Ilustrasi keluarga (Foto: PublicDomainPictures/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia — Keluarga adalah tempat pertama mendapatkan pengetahuan bagi seorang anak. Dalam keluarga, anak akan menemukan tempat untuk mereka mengerti arti kehidupan yang sebenarnya. Karena sejatinya keluarga adalah guru pertama dan terakhir bagi seorang anak.

Anak membutuhkan keluarga sebagai mediasi yang berperan untuk mendidik dan memberi pengajaran mengenai banyak hal. Penguatan peran orang tua sebagai pendidik utama di keluarga pun diklaim harus saling bekerja sama untuk mendidik anaknya.

Pada zaman modern ini, anak akan mudah mengenal dunia luar yang lebih luas dengan hadirnya teknologi canggih dan Internet. Acara televisi yang mendidik bagi anak pun semakin terkikis dengan tayangan yang menghasilkan profit tinggi tanpa memikirkan nilai pendidikan dan moral di dalamnya.

Untuk itu, keluarga tak hanya memiliki peranan penting dalam mendidik anak. Namun, keluarga harus bisa menguatkan perannya dengan mencontohkan perilaku yang baik terhadap anak.

Anak merupakan peniru yang sangat andal. Mereka dengan sangat cepat meniru perilaku, kata-kata orang yang ada di sekitarnya, dan gaya bersosialisasi. Sebagai contoh, ketika menyuruh anak untuk beribadah, berperilaku sopan dan berbicara lembut, keluarga harus terlebih dahulu mempraktikkannya agar anak bisa mengikuti perilaku positif yang berada di lingkungan keluarganya.

Keluarga menjadi sumber pengetahuan pertama bagi anak. Cara yang baik untuk mengedukasi seorang anak dalam era globalisasi ialah dengan memperkenalkan Internet dengan bijak sesuai dengan usia mereka dan menemani serta mengawasi anak dalam menggunakan teknologi canggih.

Keluarga harus bisa menjadi contoh yang baik dalam mendidik anak karena peradaban manusia dimulai dari sebuah keluarga.

Keluarga harus bisa meluangkan waktu untuk berbincang dan melatih keterbukaan kepada anak. Hal tersebut dapat dimulai dengan mengajak anak berbicara atau berinteraksi mengenai aktivitas bermainnya atau kegiatannya seharian. Ajaklah anak untuk berdiskusi hal kecil seperti hal apa yang ia lalui hari ini, kegiatan apa yang dilakukan di sekolah.

Komunikasi ini harus selalu diterapkan keluarga kepada anak hingga dewasa. Anak akan menjadi terbuka dan memiliki hubungan lebih erat dengan keluarga sehingga menimbulkan rasa saling percaya. Hal ini membuat anak menjadikan keluarga sebagai tempat ternyaman untuk berkeluh kesah.

Seorang anak pasti memiliki rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu adalah sifat alami yang ada sejak lahir. Rasa ingin tahu membuat anak-anak ingin bertindak dan melakukan apa saja agar terpenuhi rasa ingin tahunya.

Hal yang sama pernah terjadi pada seorang ilmuwan terkenal Thomas Alfa Edision, Rasa ingin tahu yang tinggi pada Thomas, menyebabkan ia menciptakan suatu karya yang sangat menakjubkan bahkan sangat bermanfaat hingga sekarang ini. Hal tersebut karena didasari oleh rasa ingin tahu yang berlebih serta penerapan yang postitif dalam melampiaskan rasa ingin tahu tersebut.

Cara mengembangkan rasa ingin tahu itu ialah dengan mengantarkan anak membuka dunia baru. Dunia yang benar-benar bisa membuat seseorang mengeluarkan potensinya agar kesuksesan besar yang mereka dapatkan saat ini berasal dari dunia baru yang ia ciptakan sejak lama.

Orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membimbing dan mendampingi dalam kehidupan anak. Keluarga berkewajiban untuk menciptakan lingkungan kondusif sehingga dapat membentuk rasa percaya diri, kecerdasan, tingkah laku, dan aspirasi bagi anak dengan bimbingan keluarga di rumah.

Keluarga juga berperan dalam mengembangkan sikap cinta tanah air dalam jiwa anak sejak usia dini agar menjadi manusia yang dapat menghargai bangsa dan negaranya. Menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui proses pendidikan. Rasa bangga terhadap tanah air dapat ditumbuhkan dengan memberi atau membagi pengetahuan dan nilai-nilai budaya yang kita miliki bersama.

Penguatan peran keluarga terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua dan keluarga. Namun, masyarakat juga harus ikut berperan dalam mendidik dan memperhatikan anak yang bermain di sekitarnya serta mendidik dengan menata kehidupan sosial.

Menurut pakar pendidikan, William Bennet (dalam Megawangi 2003), keluarga merupakan tempat paling awal dan efektif untuk menjalankan fungsi departemen kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Apabila keluarga gagal untuk mengajarkan kejujuran, semangat, keinginan untuk menjadi yang terbaik dan kemampuan-kemampuan dasar, maka akan sulit sekali bagi institusi-institusi lain untuk memperbaiki kegagalannya.

Dengan cinta dan kasih sayang anak dapat mengubah kehidupan menjadi lebih baik, hidup nyaman dan tenram. Rasa kasih sayang berasal dari hati dan perasaan ingin melindungi dan memahami orang lain.

Keluarga memiliki peranan penting tentang cinta ini. Karena kasih dan sayang keluarga mengajarkan cinta pertama kepada anak semenjak mereka lahir di dunia.