Kekerasan Terhadap Guru, Psikolog : Guru Yang Baik, Sering Alami Kekerasan

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Psikolog, Irna Minauli kekerasan terhadap guru malah sering dialami oleh guru yang berdedikasi baik yang berupaya meningkatkan disiplin siswanya namun siswanya tidak terima, sehingga terjadilah kekerasan terhadap guru.

kitakini.news – Kekerasan terhadap guru masih marak terjadi di negeri ini. Umumnya, para guru yang mendapatkan kekerasan justru adalah guru-guru yang baik dan bahkan sangat baik.

Hal itu diungkapkan oleh Psikolog, Irna Minauli menanggapi maraknya kasus kekerasan terhadap guru belakangan ini, Selasa (26/02/2019).

Irna Minauli mengungkapkan para guru yang berdedikasi baik itu adalah para guru yang berupaya menerapkan disiplin yang tinggi bagi para siswa. Tapi sayangnya, sejumlah siswa malah menanggapinya dengan hal lain, dengan kekerasan.

“Sepertinya disinilah pokok masalah timbul. Banyak siswa sekarang yang tidak lagi mengenal disiplin. Orangtua di rumah juga tidak lagi menerapkan disiplin sehingga anak menjadi bertindak sesukanya tanpa mengindahkan aturan”, terangnya kepada kitakini.news.

Dampak kekerasan terhadap guru, kata Irna, tentunya akan menimbulkan trauma dan masalah-masalah fisik serta psikologis. Akhirnya menurunkan performa dari guru tersebut.

“Ujung-ujungnya siswa juga yang akan menanggung kerugian. Miris sekali”, ucapnya.

Ia berharap, perlu ada ketegasan dari semua pihak. Karena pendidikan anak harus menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk orangtua, guru dan lingkungan sekitar.

“Aturan sekolah yang tegas dan konsisten serta melindungi kepentingan guru dan murid perlu dibuat. Kembalikan pada nilai-nilai luhur untuk menghormati guru. Disiplin dan bukan hukuman menjadi hal penting dalam penegakan aturan”, ungkapnya.
Angka Kekerasan Terhadap Guru Masih Sangat Besar

Irna Minauli sempat melakukan studi literatur terkait angka kekerasan terhadap guru. Ia sempat terkejut, sebab angka kekerasan terhadap guru di Indonesia ternyata sangat besar.

“Berhubung minimnya data dari Indonesia maka Saya mengambil hasil survey yang dilakukan oleh APA atau American Psychological Association pada tahun 2011. Hasilnya bahwa 80% guru menyatakan pernah mendapatkan kekerasan dari muridnya. Angka yang sangat fantastis”, ujar Irna.

Dikatakannya, kekerasan terhadap guru yang terjadi berupa fisik maupun nonfisik. Secara fisik, 9% mendapatkan ancaman kekerasan dan 5% mendapatkan serangan fisik. Adapun kekerasan nonfisik mencakup penyebutan nama tanpa embel-embel “Pak” atau “Bu”, dihinakan, difitnah hingga dicuri atau dirusak barang-barang miliknya.

Ia menyebutkan, dalam konteks Indonesia, sepertinya kondisinya jauh lebih memprihatinkan karena sudah mengakibatkan hilangnya nyawa dari guru di Madura dan seorang dosen di Medan.

“Ketika Saya coba bandingkan kekerasan terhadap guru yang terjadi di Jerman, Israel, Taiwan dan Kanada maka tidak mengherankan jika masalah ini sudah menjadi krisis internasional yang mengancam kenyamanan para guru dan dosen”, katanya.

Data lain yang menarik adalah sekitar 50% guru mengalami kekerasan yang dilakukan oleh murid sekaligus orangtuanya. Sepertinya campur tangan orangtua terhadap pendisiplinan yang dilakukan oleh guru menjadi sangat besar.

Reporter : Dewi Lubis
Editor : Khairul Umam