Aek Kanopan, Selasa (31 Desember 2019) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Provinsi Sumatera Utara memfasilitasi pemulangan korban dugaan TPPO an. AS (Pr, 21 Thn) dan diserah terimakan secara langsung dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provsu melalui Ka. UPTD. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Suriani, SE  ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kab. Labuhanbatu Utara yg diterima secara langsung oleh Kadis PPPA Kab. Labuhanbatu Utara Dra. Nur Saadah. Proses serah terima AS (21) berjalan dengan baik dan lancar,  serah terima juga disaksikan oleh beberapa pihak terkait yakni Sekretaris Dinas PPPA Kab.Labura, Kabid. PPA Dinas PPPA Kab.Labura, Lurah Kelurahan Aek Kanopan, Kepling setempat dan KPAD Kab.Labura, serta turut hadir juga kedua orang tua korban.

Sebagaimana diketahui bahwa pada tanggal 23 Oktober 2019 korban AS pergi meninggalkan rumah karena hendak bekerja ke Malaysia sebagai pelayan restoran. Korban AS meminta izin kepada Ibu angkatnya yang di Medan (SE), namun ibu angkatnya tidak memberinya izin, sehingga AS pergi tanpa restu dari Ibu angkatnya tersebut.

Seminggu kemudian, Korban AS mengirim pesan melalui Whatsapp kepada R (anak Ibu angkatnya) dan mengaku merasa ditipu dan dipekerjakan sebagai terapis yang dipaksa melayani jasa seks setiap tamu yang datang untuk spa, korban juga minta dibantu agar bisa pulang ke Tanah Air. Korban menyampaikan bahwa paspornya ditahan oleh agen yang mempekerjakannya, karena korban dianggap mempunyai hutang sebesar RM. 5000 (sebagai biaya paspor dan pesawat).

Selanjutnya Ibu angkat Korban menyarankan korban untuk menyelamatkan diri ke Konsulat RI di Kuching Serawak – Malaysia. Pada tanggal 13 Desember 2019 korban pergi ke konsulat RI di Kuching untuk mendapatkan perlindungan, setibanya di Konsulat Kuching korban menceritakan hal yang dialaminya selama dipekerjakan sebagai tenaga terapis dan selanjutnya pihak Konsulat RI di Kuching memberikan perlindungan kepada korban serta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk proses pemulangan dan reintegrasi korban dari Kuching Malaysia ke Medan.

Pada tanggal 19 Desember 2019, korban diserahterimakan oleh Konjen RI untuk wilayah Kuching Serawak – Malaysia, yang diterima secara langsung oleh Kadis. PPPA Provsu, Hj.Nurlela, SH, M.AP, di ruang Sekretaris Daerah Provsu. Korban kemudian diberikan layanan perlindungan sementara, layanan rehabilitasi sosial dan medis, sambil menunggu proses hukum lebih lanjut di Polda Sumatera Utara.

Untuk menangani kasusnya, korban telah diperiksa oleh Penyidik Unit 2 Renakta Ditreskrimum Polda Sumut pada tgl 26 Desember 2019 yang lalu dan sudah diberi izin untuk kembali berkumpul dengan keluarga di Kab.Labuhanbatu Utara dengan catatan jika sewaktu-waktu diperlukan keterangannya, korban harus bersedia memenuhi panggilan dari pihak yang berwajib.